KEPRIBADIAN
Diri Kita
Minggu, 19 Mei 2013
Kamis, 30 Agustus 2012
KEPRIBADIAN: HIDUP INI ADALAH PILIHAN
KEPRIBADIAN: HIDUP INI ADALAH PILIHAN: Banyak orang percaya bahwa hidupnya dibatasi oleh banyak hal seperti keadaan, kemampuan, bakat, keahlian, pendidikan, modal bahkan ada yan...
HIDUP INI ADALAH PILIHAN
Banyak orang percaya bahwa hidupnya dibatasi oleh banyak hal seperti keadaan, kemampuan, bakat, keahlian, pendidikan, modal bahkan ada yang percaya hal-hal mistis sepertitanggal lahir, bintang dan shio. Ada yang bilang, "yah pak mau bagaimana lagi, saya bisanya masak, makanya saya hanya bisa menghasilkan uang dari bidang masak-memasak." Apakah hal ini benar?
Kita perlu merenungkan kembali hal ini secara lebih luas. Memang betul bahwa manusia terbatas, namun Tuhan memberikan banyak pilihan yang sebenarnya lebih luas daripada yang kita pikirkan dan percayai.
Saya teringat salah seorang teman saya yang sudah sukses, mengirim pesan BBM ke saya berkaitan dengan topik materi di atas. Ceritanya dimulai dari ajakan untuk mengamati perahu yang sedang berlayar dilaut. Mana yang lebih menentukan arah perahu layar, arah angin atau arah layar? Tentu saja arah layar....
Buktinya, ada angin kencang bertiup dari arah selatan, tapi tetap saja perahu tersebut bisa bergerak ke arah barat atau timur. Bahkan, pelaut yang berpengalaman bisa berlayar ke arah yang bertentangan dengan arah angin itu. Pelaut tersebut memang tidak bisa mengubah arah angin, tapi dia bisa mengubah arah layarnya menuju tempat yang dikehendakinya.
Yang menentukan tercapai tidak tujuan hidup kita bukanlah arah angin, yaitu situasi dan kondisi yang terjadi disekeliling kita. Yang menentukan adalah arah layar yaitu keputusan kita dalam situasi dan kondisi tersebut.
Kadang kita dihadapkan situasi dan kondisi yang bertentangan dengan tujuan kita. Masalah, pergaulan, tekanan hidup dan situasi disekeliling kita bisa menjauhkan kita dari tujuan yang ingin dicapai. Namun ingat, hidup adalah pilihan.
Arah layar yang menentukan, bukan arah angin. Kita tidak bisa menolak datangnya masalah. Meski demikian kita bisa mengubah arah layar. Kita bisa mengubah masalah menjadi berkat.
Didalam menjalani hidup ini banyak masalah dan tantangan,yang semuannya itu diizinkan Tuhan untuk kita alami. Namun hal ini boleh kita alami untuk naik kelas, untuk membentuk kita menjadi karakter unggul. Apalagi dalam bisnis jaringan dimana kita dihdapkan kepada banyak macam karakter orang. Banyak gesekan yang terjadi, dalam berhubungan dengan banyak orang.
Mungkin dilapangan kita melihat hal-hal yang tidak baik, seperti saling memfitnah, mengambil jaringan orang, kabur dari hutang, menipu, curang, jual dibawah harga, bermasalah dengan integritas, tidak bertanggung jawab, suka menyalahkan orang, menghabiskan banyak waktu untuk berbicara tentang kejelekan orang dari pada hal-hal yang membangun dan lain sebagainya. Keputusan kita berikutnya tentu yang akan membawa kapal kita ke arah yang berlawanan atau sejalan dengan tujuan kita.
Apakah kita akan ikut arus ? Atau harus mengambil keputusan yang berbeda ?
Manusia itu bisa ditipu, namun tidak untuk jangka panjang. Jika kita melakukan usaha ini untuk jangka panjang, maka tentunya tidaklah bijaksana kalau kita menipu orang. Karena tentunya hal ini akan merusak usaha kita, yang merupakan jawaban dari masalah hidup kita selama ini. Dengan merusaknya berarti kita mengemudikan kapal ini menuju ke arah yang berlawanan dengan tujuan utama, yaitu perwujudan impian kita semua.
Kemana arah angin tidak terlalu penting. Yang penting adalah bagaimana kita mengarahkan layar kita.
"Di tengah-tengah kesulitan terdapat kesempaan"
Selamat berlayar sahabat
Kita tidak bisa menolak datangnya masalah. Meski demikian kita bisa mengubah arah layar. Kita bisa mengubah masalah menjadi berkat.
Sabtu, 11 Agustus 2012
KEPRIBADIAN: Tiada gading yang tak retak
KEPRIBADIAN: Tiada gading yang tak retak: Tiada gading yang tak retak", merupakan peribahasa yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ini bermakna bahwa setiap manu...
Tiada gading yang tak retak
Kesalahan hanya mungkin terjadi pada orang yang sedang mengupayakan yang benar bukan dengan sengaja melakukan kesalahan untuk membuat suatu kemudhorotan. Seorang hakim misalnya, dalam memutuskan sebuah perkara, ia harus dengan sungguh sungguh untuk memutuskan perkara tersebut.Tiada gading yang tak retak", merupakan peribahasa yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ini bermakna bahwa setiap manusia tidak luput dari berbuat salah. Kesalahan tersebut merupakan sebuah kewajaran meski telah melakukan suatu perbuatan dengan hati hati. Thomas Alfa Edison dalam menemukan sebuah lampu telah mengalami kesalahan yang berakibat pada kegagalan hingga ratusan kali, Wright bersaudara dalam menemukan peasawat juga mengalami kesalahan dan kegagalan berkali-kali, namun kesalahan dan kegagalan tersebut tidak menyurutkan mereka untuk mengupayakan kebaikan.
....Bersambung
Kamis, 02 Agustus 2012
Cinta Menurut Pandangan Islam
“..Ya Allah Engkau Tuhanku.. Tiada tuhan melainkan Engkau.. Engkau cinta agungku.. Nabi Muhammad utusanMu..”
Muqaddimah
Inilah
Cinta Yang sebenar-benarnya, Cinta yang didasarkan atas keimanan dan
ketaqwaan manusia, Cinta seorang hamba kepada Sang Maha Pencipta, Cinta
tanda syukur dan tiada kuasa selain kuasaNya, Cintakan
Allah adalah cinta yang tidak pernah luntur dan abadi. Cinta selainnya
adalah Cinta yang luntur dan berakhir. Janganlah mencintai akan sesuatu
terlalu berlebih lebihan sehingga mengurangi cintamu kepada Allah.
Mencintailah kamu kepadanya dengan makna Kecintaanmu kepada Allah Yang
Maha Pencipta dapat diartikan memandang segala sesuatu karena Allah SWT
semata sehingga apabila kamu mencintai seseorang, cintailah dia dengan
sebenar-benarnya karena Allah.
Berbicara
mengenai cinta, tentunya tidak akan lepas dari perbincangan kita cinta
monyet yang menghiasai dunia muda-mudi sekarang ini. Malah, tidak
keterlaluan untuk dinyatakan, itulah pespektif masyarakat terhadap
cinta. Sedangkan cinta sebeginilah yang sering mendorong pelakunya ke
arah melakukan maksiat kepada Allah SWT. Sekotor itukah cinta?
Apakah
cinta sebenarnya? Cinta sebenarnya adalah fitrah manusia sebagai makhluk
allah yang diciptakan untuk bersujud, bersyukur dan mengagungkan asma
Allah, bahwa tiada tuhan yang patut disembah melainkan Allah SWT, atas
karunia dan hidayahNya pulalah kita bisa hidup seperti sekarang ini,
bagaimana udara yang kita hirup untuk bernapas secara otomatis keluar
dan masuk, bagaimana mata kita bisa melihat keindahan dan alam dunia,
pemberianNya tidak bias dikukur dengan ukuran manusia, yang kesemuanya
itu adalah bukti tanda tanda kekuasanNya sehingga sepatutnyalah manusia
bersyukur dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi segala
laranganNya, mengungkapan rasa cinta dengan memandang segala sesuatu
karena Allah SWT sehingga manusia tidak berlaku sombong dan jumawa atas
harta, pangkat, kedudukannya dan tidak lupa atas ni’matNya.
Kesenian
cinta yang didasari runtutan fitrah tanpa dicabul oleh hawa syahwat
merupakan logo kedamaian, keamanan dan ketenangan. Namun cinta
seringkali diperalatkan untuk melangsai keghairahan nafsu dan kebejatan
iblis laknatullah. Demi kemakmuran manusia sejagat, kita mesti menangani
fenomena cinta dengan nilai fikrah yang suci dan iman yang komited
kepada Allah.
Permasalahan
cinta antara yang dihadapi secara serius oleh umat Islam hari ini.
Pertentangan antara cinta hakiki dan cinta palsu menyebabkan umat Islam
menghadapi dilema perasaan yang kronik. Krisis cinta palsu telah memapah
umat Islam ke medan perpecahan yang memusnahkan etika spritual-membunuh
solidaritas dan menodai moral etika.
Individu
mukmin sewajarnya peka terhadap kehadiran cinta di dalam jiwa. Cinta
yang berlogikkan nafsu dan syahwat semata-mata hanyalah cinta palsu yang
penuh jijik dan dihina.
Menyadari
hakikat ini, Faisal mencoba untuk mengurai makna dan bercerita soal
cinta secara ringkas menurut pandangan Islam. Apalagi dalam lapisan
masyarakat remaja khususnya tertipu dengan propaganda 14 Februari yang
kononnya ialah hari Kekasih. Maka sibuklah dunia berbicara soal cinta
yang lebih menjurus kepada cinta zina yang bertemakan mainan perasaan
yang sama sekali terseleweng dari kehendak Islam.
Semoga
Allah SWT memberikan ganjaran terhadap usaha yang kecil ini dalam
membersihkan jiwa pemuda-pemuda dari doktrin barat yang hanya akan
menyesatkan fikiran.
Apakah Kedudukan Cinta Di Dalam Islam?
Adakah
Islam memusuhi cinta? Adakah sebegini kejam sebuah agama yang disifatkan
menepati fitrah? Sebenarnya tidak. Malah Islam memandang tinggi
persoalan cinta yang tentunya merupakan perasaan dan fitrah yang
menjiwai naluri setiap manusia. Namun, cinta di dalam Islam perlulah
melalui pelbagai peringkat keutamaannya yang tersendiri :
1. Cinta kepada Allah
Islam
meletakkan cinta yang tertinggi dalam kehiudupan manusia ialah cinta
kepada Allah. Ketinggian nilai taqarrub Al-Abid kepada Khaliq dapat
dikesan melalui cinta murni mereka kepada Pencipta. Tanpa cinta kepada
Allah perlakuan hamba tidak memberi pulangan yang bererti sedangkan apa
yang menjadi tunjang kepada Islam ialah mengenali dan dan menyintai
Allah.
Sinaran
cinta itu jua akan mendorong hamba bertindak ikhlas di mihrab pengabdian
diri kepada Allah serta menghasilkan cahaya iman yang mantap. Firman
Allah SWT :
“..(Walaupun
demikian), ada juga di antara manusia yang mengambil selain dari Allah
(untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan
mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yang
beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah…” (Surah Al-Baqarah ayat :
165)
Memiliki
cinta Allah seharusnya menjadi kebanggaan individu mukmin lantaran
keagungan nilai dan ketulusan ihsan-Nya.Namun menjadi suatu kesukaran
untuk meraih cinta Allah tanpa pengabdian yang menjurus tepat
kepada-Nya. Cinta Allah umpama satu anugerah yang tertinggi dan tidak
mungkin sesiapa dapat memilikinya kecuali didahulukan dengan pengorbanan
yang mahal. Cinta Allah adalah syarat yang utama untuk meletakkan diri
di dalam barisan pejuang-pejuang kalimah Allah SWT. Firman Allah SWT
(yang bermaksud) :
“..Wahai
orang-orang yang beriman! Sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari
ugamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia
kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat
lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas gagah
terhadap orang-orang kafir…” (Surah Al-Maidah, ayat 54)
2. Cinta Kepada Rasulullah SAW dan Para Anbiya’
Apabila
manusia berada di dalam kegelapan yang begitu kelam,maka diutuskan
pembawa obor yang begitu terang untuk disuluhkan kepada manusia ke arah
jalan kebenaran. Sayang, pembawa obor tersebut terpaksa begelumang
dengan lumpur yang begitu tebal dan menahan cacian yang tidak sedikit
untuk melaksanakan tugas yang begitu mulia.
Pembawa
obor tersebut ialah Rasulullah SAW. Maka adalah menjadi satu kewajipan
kepada kepada setiap yang mengaku dirinya sebagai muslim memberikan
cintanya kepada Rasulullah dan para ambiya’. Kerana kecintaan inilah,
para sahabat sanggup bergadai nyawa menjadikan tubuh masing-masing
sebagai perisai demi mempertahankan Rasulullah SAW. Dalam satu hadis
yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menyebut :
Diriwayatkan
daripada Anas r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Tiga perkara, jika
terdapat di dalam diri seseorang maka dengan perkara itulah dia akan
memperolehi kemanisan iman: Seseorang yang mencintai Allah dan RasulNya
lebih daripada selain keduanya, mencintai seorang hanya kerana Allah,
tidak suka kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari
kekafiran itu, sebagaimana dia juga tidak suka dicampakkan ke dalam
Neraka.
(Bukhari : no. 15, Muslim : no. 60, Tirmizi : no. 2548 Nasaie : no. 4901)
Namun,
dalam suasana kita sekarang yang begitu jauh dengan Rasulullah SAW dari
segi masa, adakah tidak berpeluang lagi untuk kita memberikan cinta
kepada Rasulullah SAW? Sekalipun Rasulullah SAW telah meninggalkan kita
jauh di belakang, sesungguhnya cinta terhadap baginda boleh dbuktikan
melalui kepatuhan serta kecintaan terhadap sunnahnya. Oleh yang
demikian, orang yang memandang hina malah mengejek-ngejek sunnah
Rasulullah SAW tentunya tidak boleh dianggap sebagai orang yang
menyintai Rasulullah SAW.
3. Cinta Sesama Mukmin
Interaksi
kasih sayang sesama mukmin adalah merupakan pembuluh utama untuk
menyalurkan konsep persaudaraan yang begitu utuh. Cinta sesama mukmin
inilah yang mengajar manusia supaya menyintai ibubapanya. Malah
mengherdik ibubapa yang bererti merungkaikan talian cinta kepada keduana
adalah merupakan dosa besar sebagaimana yang disebut di dalam satu
hadis yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah r.a katanya:
“Ketika
kami bersama Rasulullah s.a.w, baginda telah bersabda: Mahukah aku
ceritakan kepada kamu sebesar-besar dosa besar: Ianya tiga perkara,
iaitu mensyirikkan Allah, mengherdik kedua ibu bapa dan bersaksi palsu
atau kata-kata palsu..”
(Hadis riwayat Bukhari, no. 5519, Muslim : no. 126)
Alangkah
indahnya sebuah agama yang mengajar penganutnya agar menghormati dan
menyintai kedua ibubapanya yang telah melalui susah payah untuk
membesarkan anak-anak mereka. Di manakah lagi keindahan yang lebih
menyerlah selain daripada yang terdapat di dalam Islam yang mengajar
umatnya dengan pesanan :
“..Dan
hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan
kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): “Wahai
Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah
mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil.”
(Surah Israk, ayat 24)
Selain
daripada cinta kepada kedua ibubapa ini, Islam juga meletakkan cinta
sesama mukmin yang berimana sebagai syarat kepada sebuah perkumpulan
atau jemaah yang layak bersama Rasulullah SAW. Hayatilah betapa dalamnya
maksud firman Allah SWT :
“..Nabi
Muhammad (s.a.w) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama
dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang
(memusuhi Islam), dan sebaiknya bersikap kasih sayang serta belas
kasihan kasihan sesama sendiri (umat Islam)…
(Surah Al-Fath, ayat 29)
Malah,
Al-Quran sendiri menukilkan betapa pujian melangit yang diberikan oleh
Allah SWT kepada golongan Ansar yang ternyata menyintai golongan
Muhajirin dengan cinta suci yang berasaskan wahyu Ilahi. Malah dalam
keadaan mereka berhajat sekalipun, keutamaan tetap diberikan kepada
saudara-saudara mereka dari golongn Muhajirin. Firman Allah SWT yang
bermaksud :
“..Dan
orang-orang (Ansar) yang mendiami negeri (Madinah) serta beriman
sebelum mereka, mengasihi orang-orang yang berhijrah ke negeri mereka,
dan tidak ada pula dalam hati mereka perasaan berhajatkan apa yang telah
diberi kepada orang-orang yang berhijrah itu; dan mereka juga
mengutamakan orang-orang yang berhijrah itu lebih daripada diri mereka
sendiri, sekalipun mereka dalam keadaan kekurangan dan amat berhajat.
..”
(Surah Al-Hasyr, ayat 9)
Bukankah
ini yang telah diajar oleh Islam? Maka di tengah-tengah kecaman
keganasan yang dilemparkan kepada Islam pada hari ini, kenapa tidak
masyarakat antarabangsa malah umat Islam sendiri melihat bahawa betapa
agungnya unsur kasih sayang dan cinta yang terdapat di dalam Islam?
Namun, betapa agungnya cinta di dalam Islam, begitu jualah agungnya
penjagaan Islam sendiri terhadap umatnya agar sama sekali tidak
mencemarkan kesucian cinta dengan kekotoran nafsu.
Itulah
cinta di dalam Islam. Ia tidak dapat tidak haruslah diasaskan di atas
dasar keimanan kepada Allah. Alangkah ruginya cinta yang lari dari
landasan iman. Akan hanyutlah jiwa-jiwa yang menyedekahkan dirinya untuk
diperlakukan oleh ‘syaitan cinta’ sewenangnya-wenangnya
Cinta Dunia Remaja : Tragedi Yang Menyayat Hati
Tidak
ada orang yang boleh mendakwa dirinya lari daripada mainan perasaan.
Asal saja ia bernama manusia, maka sekaligus dirinya akan dicuba dengan
mainan nafsu yang bagaikan lautan ganas yang begitu kuat bergelombang.
Salah satu darinya ialah mainan cinta.
Tidak
sedikit orang yang terjerumus dalam lembah kenistaan. Dalam berbicara
persoalan peringkat pembinaan ‘cinta hawa nafsu’, As-Syauqi pernah
berkata :
Benar
kata Syauqi, cinta syahwat ini bermula dengan mainan mata yang tidak
mempunyai sempadannya, ia kemudiannya diikuti dengan sahutan suara dan
saling berhubung. Sampai peringkat tersebut, amat sukar sekali bagi
pasangan cinta untuk tidak bertemu dan berdating sekaligus mendekatkan
diri kepada aksi yang lebih hebat. Oleh kerana itulah, Islam dalam
menjaga kesucian cinta dari dicemari oleh unsur-unsur nafsu meletakkan
batasan pandangan seorang muslim dan muslimah. Firman Allah SWT yang
bermaksud :
“..Katakanlah
(wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka
menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan
memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka;
sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka
kerjakan…”
(Surah An-Nuur, ayat 30)
Betapa
bahayanya cinta lutong ini boleh dilihat apabila pasangan yang
dhanyutkan olehnya tidak akan berupaya untuk berfikir secara waras lagi.
Setiap detik dan masa yang berlalu tidak akan sunyi dari memikirkan
persoalan cinta mereka. Setiap saat, jiwa sudah tidak mampu lagi untuk
tenteram sekiranya tidak didodoikan dengan suara halus dan lunak yang
berbicara dengan kata-kata yang hanya layak diperdengarkan di dalam
kelambu. Sudah berkubur cita-cita perjuangan dan sudah lebur harapan
masyarakat yang dipikulkan di atas bahu, yang ada hanyalah kehendak
memuaskan hati pasangan masing-masing. Lantas, di saat demikian,
layakkah orang yang hanyut ini diharapkan memikul tanggungjawab
melaksanakan tugas penting membimbing masyarakat?
Apakah
penyelesaian terhadap permasalahan ini? Jalan yang paling baik ialah
perkahwinan. Rasulullah SAW pernah bersabda yang bermaksud :
“..Wahai
golongan pemuda! Sesiapa di antara kamu yang telah mempunyai keupayaan
iaitu zahir dan batin untuk berkahwin, maka hendaklah dia berkahwin.
Sesungguhnya perkahwinan itu dapat menjaga pandangan mata dan menjaga
kehormatan. Maka sesiapa yang tidak berkemampuan, hendaklah dia berpuasa
kerana puasa itu dapat mengawal iaitu benteng nafsu..”
(Bukhari : no. 1772, Muslim : no. 2485)
Selain
daripada perkahwinan yang tentunya merupakan perkara yang hampir
mustahil untuk dilaksanakan dalam dunia seorang penuntut ilmu, maka
Rasulullah SAW mencadangkan puasa sebagai jalan terbaik melepaskan diri
dari kekangan nafsu yang meronta-ronta. Selain daripada itu, Islam
sama-sekali tidak membuka pintu yang lain. Selain daripada perkahwinan,
tidak dapat tidak, hanyalah kawalan terhadap jiwa mampu menyelamatkan
diri sendiri dari turut terjun dalam arus ganas cinta lutong.
Sesungguhnya
cinta sebelum perkahwinan adalah cinta palsu yang walaupun dihiasi
dengan rayuan-rayuan halus namun ia adalah panggilan-panggilan ke lembah
kebinasaan! Dan sekalipun kekosongan jiwa daripada cinta lutong secara
zahirnya adalah penderitaan dan kesunyian yang begitu hebat, namun
itulah hakikat cinta sejati kepada Allah. Andainya hati dihiasi dengan
rayuan-rayuan syaitan yang seringkali mengajak ke arah melayan perasaan,
maka hilanglah di sana cita-cita agung untuk menabur bakti kepada Islam
sebagai medan jihad dan perjuangan.
Percayalah,
masa muda yang dianugerahkan oleh Allah hanyalah sekali berlalu dalam
hidup. Ia tidak akan berulang lagi untuk kali kedua atau seterusnya.
Meniti usia remaja dengan berhati-hati dan mengenepikan mainan perasaan
adalah merupakan perkara yang amat sukar sekali. Apatah lagi, semakin
dihambat usikan perasaan, semakin ia datang mencengkam dan membara.
Namun, itulah mujahadah melawan perasaan. Sekadar perasaan dan diri
sendiri menjadi musuh, alangkah malunya untuk kita tewas terlalu awal.
Usia emas yang diberikan ini alangkah baiknya andainya digunakan sebaik
mungkin menggali sebanyak mana anugerah di bumi ilmu.
Namun,
kita manusia boleh tertewas bila-bila masa sahaja. Tidak kira siapapun
kita. Sekalipun kita arif malah benar-benar mengetahui bahwa yang hadir
hanyalah sekadar tipuan, namun kita bisa rebah dalam ketewasan yang kita
sendiri sebenarnya merelakannya.
Mengapa
manusia lebih memilih syurga dunia dan bertukar dengan syurga sebenarnya
di akhirat Oleh yang demikian, apakah mereka tidak berfikir bahwa azab
neraka menunggu mereka pada hari pembalasan, dan adakah penyelamat bagi
mereka ? Tidak ada, sesungguhnya yang akan menyelamatkan Manusia dari
azab neraka adalah keimanan, ketakwaan dan ketawadhuan dan rasa cinta
kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Naudzubillah, semoga kita
mendapatkan syafaat dan terhindar dari ganasnya neraka jahanam. Amin.
Mengapa
manusia lebih memilih syurga dunia dan bertukar dengan syurga sebenarnya
di akhirat Oleh yang demikian, apakah mereka tidak berfikir bahwa azab
neraka menunggu mereka pada hari pembalasan, dan adakah penyelamat bagi
mereka ? Tidak ada, sesungguhnya yang akan menyelamatkan Manusia dari
azab neraka adalah keimanan, ketakwaan dan ketawadhuan dan rasa cinta
kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Naudzubillah, semoga kita
mendapatkan syafaat dan terhindar dari ganasnya neraka jahanam. Amin.
Mengapa
manusia lebih memilih syurga dunia dan bertukar dengan syurga sebenarnya
di akhirat Oleh yang demikian, apakah mereka tidak berfikir bahwa azab
neraka menunggu mereka pada hari pembalasan, dan adakah penyelamat bagi
mereka ? Tidak ada, sesungguhnya yang akan menyelamatkan Manusia dari
azab neraka adalah keimanan, ketakwaan dan ketawadhuan dan rasa cinta
kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Naudzubillah, semoga kita
mendapatkan syafaat dan terhindar dari ganasnya neraka jahanam. Amin.
Mengapa
manusia lebih memilih syurga dunia dan bertukar dengan syurga sebenarnya
di akhirat Oleh yang demikian, apakah mereka tidak berfikir bahwa azab
neraka menunggu mereka pada hari pembalasan, dan adakah penyelamat bagi
mereka ? Tidak ada, sesungguhnya yang akan menyelamatkan Manusia dari
azab neraka adalah keimanan, ketakwaan dan ketawadhuan dan rasa cinta
kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Naudzubillah, semoga kita
mendapatkan syafaat dan terhindar dari ganasnya neraka jahanam. Amin.
Selasa, 24 Juli 2012
Jika kita mencintai seseorang,
kita akan sentiasa mendoakannya
walaupun dia tidak berada disisi kita.
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang,
dua telinga untuk mendengar dan
dua mata untuk melihat.
Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita?
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.
Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi
jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan.
Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.
Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan
kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , hingga akhirnya kamu terpaksa mencatatkan kata- kata cinta itu pada pusaranya .
Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi dia ada.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurnia itu.
Cinta tidak mengajar kita menjadi lemah, tetapi membangkitkan kekuatan.
Cinta tidak mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan.
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas,
keruh menjadi bening,
sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga,
derita menjadi nikmat, dan
kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,
tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya kamu menjadi tidak berarti baginya dan harus membiarkannya
pergi.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, sesal kemudian tiada guna karena perginya tidak akan kembali lagi.
Cinta sejati adalah kasih Tuhan kepada hambaNya.
Kasih murni adalah kasih ibu bapa kepada anaknya.
Kasih saudara masa berada.
Kasih sahabat masa binasa.
Kasih suami isteri sepenanggungan.
Kasih seseorang menaruh harapan.
Cintailah seseorang atas dasar siapa dia sekarang, bukan siapa dia sebelumnya.
Cerita lalu tidak perlu diungkit lagi, maka. kamu benar benar menyintainya setulus hati.
Hati-hati dengan cinta, kerana cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus,
orang normal menjadi gila,
orang kaya menjadi miskin,
raja menjadi budak,
jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu.
Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan di dalamnya dan kemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan di dalamnya.
Tidak perlu menyebut cinta jika kamu tidak sebenar-benarnya memiliknya.
Tidak perlu mengatakan perasaan, jika ia tidak benar benar berada di hatimu.
Tidak perlu menunjuk dada, jika kamu berhasrat melukai hati pasanganmu
Cinta adalah keabadian dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dialami
Siapapun pandai menghayati cinta tapi tiada siapa yg pandai menilai cinta kerana cinta bukan objek yg boleh di lihat oleh mata kasar.
Sebaliknya cinta hanya dapat ditilik melalui hati dan perasaan.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu,
membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya.
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan.
Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Kamu tidak pernah tahu kapan kamu akan jatuh cinta. namun sampai saatnya tiba, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut
tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci
jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah.
Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Cinta ibarat keramik antik, ia sukar ditemui, sukar diperoleh tapi mudah untuk jatuh berderai
Bukan laut namanya
jika airnya tidak berombak.
Bukan cinta namanya
jika perasaan tidak pernah terluka.
Bukan kekasih namanya
jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalananan hati naluri.
Di suatu hari kau datang dan bertanya apa yang lebih penting padaku : Dirimu atau nyawaku.
Aku mengatakan nyawaku lebih penting dan kau pun berlalu dengan penuh kekecewaan tanpa pernah kau sadari bahwa kaulah nyawaku itu.
Sesungguhnya kau adalah cinta dan nyawaku dalam hidup ini
Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta juga seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri
Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang,
sejam untuk menyukai seseorang
dan sehari untuk mencintai seseorang,
tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
Ada cinta yang agung antara hamba dan Tuhannya.
Cinta kudus antara bunda dan puteranya.
Ada cinta sesama makhluk yang begitu mulia
dan cinta dikatakan hampir tidak memilih usia.
Ia juga tidak mengira suku bangsa.
Tidak ada miskin kaya dalam catatan kamus cinta.
Cinta itu apabila kamu bertemu dan membuat pilihan yang tepat
Manusia tidak jatuh ke dalam cinta, dan tidak juga keluar dari cinta.
Tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta
Hidup tanpa cinta seperti makanan tanpa garam.
Oleh itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu, dan bila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu.
Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu.
Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya,
tetapi jika tidak, berbahagialah
karena cinta telah tumbuh di hatimu.
Cinta akan tetap hadir,ia datang bukan dengan nafsu atau keinginan
tetapi kepasrahan tentang yang mutlak, itulah cinta sejati.
Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah dan masih tetap menghargainya.
Bukan dikatakan cinta bila yang menjadi tujuan semata-mata hanya untuk memiliki seseorang.
Cinta itu ialah kesesuaian didalam kecenderungan dan kegemaran serta perasaan bahwa orang yang anda cintai itu tidak kurang pentingnya dari anda.
Hanya ada satu pelita yang dapat kita pegang dan sentiasa menyala di manapun jua, yang tetap akan menerangi tempat-tempat yang jauh seperti menerangi tempat kita sendiri.
Itulah rasa cinta dan kasih sayang pada segala yang bernyawa- Innayan Khan
Manusia merasa kesepian dari cinta karena mereka hanya selalu membangun dinding, bukannya jambatan kasih sayang.
Cinta yang dikaitkan dengan kepentingan pribadi akan berubah menjadi putus asa.
Bersamalah orang yang lebih mencintai kita daripada kita mencintai orang itu.
Karena lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.
Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata-mata.
Bibir tidak perlu berkata , bila hati sudah bersuara nada cinta dan rindu.
Bila kehilangan cinta ibaratkanlah kehilangan cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.
Cinta tidak selalu bersama jodoh tapi jodoh selalu bersama cinta.
Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun
getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus
mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal
terbodoh tanpa kita sadari.
Hidup kalau tak memakai cinta tak ubahnya seperti bumi kehilangan matahari
Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dakapan dan seringkali
berakhir dengan air mata.
Cinta menakluk segala-galanya. Cinta dapat mengubah pondok kayu
menjadi istana emas
Barangsiapa yang belum pernah jatuh cinta, ia telah membangunkan langit di atas bumi -Pujangga Barat
Cinta tidak mempunyai umur, ia sentiasa memudakan dirinya
Kehidupan ini seumpama bunga, maka cinta adalah madunya
Tiada kasih yang lebih manis daripada kasih cinta.
Tiada kasih yang lebih ngeri dari putus cinta
Cinta itu tidak buta tetapi ia tidak melihat -Pepatah Jerman
Hidup tanpa cinta ibarat taman tidak berbunga -Pepatah Inggris
Yang termanis daripada yang manis di dunia ini ialah pujian kekasih
yang terlontar daripada rasa cintanya.......
Langganan:
Postingan (Atom)


